“Memeluk Diriku Yang Dulu: Trauma Masa Kecil yang Menguatkanku Hingga Hari Ini” adalah sebuah perjalanan pulang ke dalam diri, ke tempat luka pertama kali tumbuh dan kekuatan mulai belajar bernapas. Dalam antologi ini, para penulis menengok kembali ruang-ruang sunyi di masa kecil mereka: kehilangan yang tak terucap, ketakutan yang disembunyikan, kemarahan yang terpendam, serta kata-kata yang pernah melukai dan membentuk cara mereka melihat dunia.
Namun buku ini bukan hanya tentang luka. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk duduk bersama ingatan yang sulit, tentang proses memeluk diri kecil yang dulu dibiarkan sendirian, dan tentang bagaimana setiap goresan trauma justru mengasah ketangguhan hari ini. Melalui cerita-cerita yang jujur, rapuh, dan penuh harapan, para penulis menunjukkan bahwa masa lalu tidak harus menjadi penjara. Masa lalu dapat menjadi jembatan menuju pemulihan dan versi diri yang lebih utuh.
Antologi ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa setiap orang membawa cerita yang tak terlihat, dan kekuatan sering kali lahir dari tempat paling gelap yang pernah kita lewati. Membaca buku ini terasa seperti menyentuh kembali bagian-bagian kecil diri yang dulu kita abaikan, sekaligus merayakan keberanian untuk tumbuh, bangkit, dan mencintai diri sendiri seutuhnya. Buku ini merupakan undangan untuk berdamai dengan masa lalu dan untuk benar-benar memeluk diri kita yang dulu